Poliklitik
Now Reading:

Nikah Dini

Nikah Dini

Jadi inget sinetron tahun 90-an deh. Jelang pernikahan dua pelajar SMP di Bantaeng Sulawesi Selatan, Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Sulsel berharap keluarga menunda rencana tersebut. Menurut Kepala P2TP2A Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Sulsel, Meisy Papayungan, meski telah mendapat izin dari pengadilan agama untuk menggelar pernikahan pada hari Senin besok, timnya menyarankan Kementrian Agama Sulsel untuk membatalkan dispensasi tersebut. “Kami sarankan Kementrian Agama tidak memberikan dispensasi, karena keputusan mereka masih labil. Secara psikologis mereka belum cukup dewasa, kesehatan usia ini masih sangat rentan untuk menjadi pasangan suami-istri,” kata Meisy saat ditemui detikcom, pada Minggu (15/4/2018) malam (Detik.com 16/04/2018). Bicara pernikahan tentu bukan cuma soal romansanya saja kan? Banyak aspek yang harus dipertimbangkan, salah satunya tingkat kedewasaan pasangan tersebut. Sebab  rumah tangga tidak sesederhana main halma. Kematangan dan kedewasaan tidak hanya meliputi aspek biologis, tapi juga psikologis untuk menghadapi persoalan kehidupan rumah tangga yang begitu kompleks, apalagi di era modern seperti sekarang. Pengadilan agama sepatutnya mempertimbangkan itu untuk mengurangi resiko perceraian pasangan, yang notabene tidak sesuai dengan konsep religiusitas itu sendiri bukan? @ngomikmaksa

Share This Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Input your search keywords and press Enter.