Poliklitik
Now Reading:

Sawit Dibalas Susu

Sawit Dibalas Susu

Emosi kok ngajak-ngajak. Pengunduran waktu larangan penggunaan biofuel berbahan minyak sawit mentah (CPO) oleh Uni Eropa tampaknya tak membuat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita senang. Menurut dia, tak seharusnya penggunaan biofuel dibatasi.

Diketahui, Uni Eropa menunda tenggat waktu larangan penggunaan biofuel berbahan dasar CPO dari semula 2021 menjadi 2030 mendatang.

Alasan yang disampaikan Uni Eropa disebut-sebut tak masuk akal, seperti deforestasi atau penggundulan hutan.

“Walaupun mereka (Uni Eropa undur dari 2021 ke 2030, tapi kami tetap mempersoalkan. Seyogyanya tidak dibatasi,” ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jumat (22/6).

Sebagai balasan, Enggar melanjutkan pemerintah akan membalas dengan larangan impor produk-produk susu asal Eropa.

“Kalau mereka alasannya deforestrasi, itu peternakan sapi menghabiskan hutan banyak sekali. Kami bilang ya mohon maaf, ya kami enggak impor susu, keju, dari sana karena itu deforestrasi juga,” tegas Enggar. (CNN Indonesia, 22/06/2018). Ya terlepas ada maksud apa dengan boikot yang dilakukan Uni Eropa, yang jelas sih penggundulan hutan itu jelas ancaman dan sepertinya perlu ditinjau lagi yang diuntungkan dari bisnis sawit itu siapa sih? Kalo urusan asapnya kan udah jelas rakyat yang jadi korban. Bukan malah dibales pakai alasan kekanakan gitu. @ngomikmaksa

Share This Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Input your search keywords and press Enter.