Poliklitik
Now Reading:

Peta Buta

Peta Buta

Sepertinya ini sebuah kesalahpahaman aja nih.Bantuan alat untuk anak berkebutuhan khusus SDN inklusi Benua Anyar 8, Banjarmasin, dinilai tidak sesuai. Sehingga bantuan yang diberikan pemeritah itu, tak maksimal penggunaanya. Bantuan tersebut ternyata bukan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. “Soal ada keluhan SDN inklusif Benua Anyar pernah mengajukan bantuan alat bantu peta timbul untuk tuna netra, ternyata yang datang itu malah peta buta itu bukan dari dinas pendidikan Banjarmasin. Tapi itu bantuan dari provinsi Kalsel,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, Senin (16//4/2018). Sebelumnya Shintia Subhan, Interpreter atau penerjemah bahasa isyarat yang juga sekolah inklusi SDN Banua Anyar 8, untuk pengayaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), SDN Benua Anyar 8 itu mengajukan bantuan ke pemerintah berupa peta timbul. Pihak sekolah kaget, begitu datang bantuannya, bukannya peta timbul yang datang tapi peta buta. “Siswa yang mengalami gangguan penghilataan perlu peta timbul agar bisa meraba dan mengenal banua Asia, Eropa, Afrika dan Amerika. Kami sempat komplain atas pemberian bantuan tersebut. Namun bantuan terlanjur diberikan,” katanya (Tribunnews.com, 16/04/2018). Nah kan niatnya udah bagus nih cuma kurang kompak aja koordinasinya, mungkin pihak-pihak terkait harus lebih banyak ngobrol dan kopi darat, agar apa? Agar supaya dong. @ngomikmaksa

Share This Articles
Written by

here for the lol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Input your search keywords and press Enter.