Poliklitik
Now Reading:

Modal Nekat

Modal Nekat
Geliat ibukota kembali seperti semula, begitu libur lebaran telah usai. Warga Jakarta yang sebelumnya mudik ke kampung halamannya masing-masing sudah kembali pada rutinitas pekerjaannya.
Namun, di waktu bersamaan, ada gelombang warga pendatang dari luar daerah yang mencoba peruntungannya di Jakarta. Mereka ini, rata-rata tergiur dengan kisah-kisah sukses dari kerabatnya yang sudah lebih dulu bekerja di Jakarta.
Sayangnya, mereka yang datang ini kebanyakan bondho nekat. Pendidikan, juga skill-nya rendah. Karena itu, tak sedikit dari mereka yang pada akhirnya hanya menjadi beban bagi ibukota.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa, dirinya tentu tidak bisa menutup pintu untuk warga pendatang. “Setiap warga punya hak yang sama untuk bekerja di mana saja,” ujar Anies.
Meski begitu, pengawasan dan pengendalian tetap harus dilakukan. Anies mengaku akan mengoptimalkan peran RT RW. “Kalau datang ke kota ini harus lapor 1×24 jam,” katanya.
Bagi warga pendatang yang kesulitan mencari pekerjaan lantaran tak punya bekal keterampilan memadai, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan solusinya. Di antaranya lewat pembinaan di Balai Kerja Jakarta. Lalu, ada pula program OK OCE.
Kalau masih sulit saja, Anies menyarankan kepada para pendatang itu untuk mencoba peruntungan di kota lain. “Untuk dapat pekerjaan tidak harus di Jakarta. Bisa di mana-mana,” tegas dia (Liputan6.com, 18/06/2018).
Ya, pokoknya jangan sampai menyesal kemudian lah. Lalu akan ada kelas menengah ngehe Ibu kota mengomentari begini: ‘Siapa Suruh Datang ke Jakarta?’ Betul?? Padahal ya sama-sama pendatang, wkwkwkw. @mufcartoon
Share This Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Input your search keywords and press Enter.