Poliklitik
Now Reading:

Budaya Membaca Secara Dangkal

Budaya Membaca Secara Dangkal

Di era sekarang, perkembangan teknologi membuat kita dengan mudah mencari segala macam informasi. Cukup hanya menggunakan gawai dan koneksi internet, semua informasi yang diinginkan sepertinya bisa didapatkan dengan mudah. Sayangnya, menurut Dosen Sosiologi Universitas Indonesia Lucia Ratih Kusumadewi, kebiasaan ini ternyata memiliki dampak negatif. Banyaknya informasi yang masuk dan dikonsumsi secara langsung adalah pekerjaan berat. Inilah yang membuat orang kini hanya membaca secara dangkal. Artinya, lanjut Lucia, karena banyaknya informasi yang masuk orang menjadi terlalu malas untuk mendalami apa yang ia baca (kompas.com, 3/ 4).
Kini semua menjadi instan. Tadinya sih berawal dari mie yang dijadikan mie instan. Terus sekarang semua produk jadi instan. Kini seiring perkembangan, membaca pun sudah instan. Contohnya kalau baca buku hanya ringkasannya saja di google.  Baca berita, buka twitter, FB, IG, terus lihat judulnya aja. Tapi kalau ditanya apa yang dibaca pada senyum-senyum bingung. Alasannya kalau kelamaan baca sudah ngantuk duluan….hadeuuuhhh.

 

Share This Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Input your search keywords and press Enter.